KATEGORI
INFORMASI
PEMBAYARAN
DIREKTORI PEMASARAN AGROBISNIS

Sulit menjual/mencari komoditi/produk agrobisnis (pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, agroindustri)? Sekarang tidak lagi. “Direktori Pemasaran Agrobisnis: Daftar Permintaan & Penawaran” ini menjadi solusinya. Ada ribuan permintaan dan penawaran tercantum di dalamnya. Permintaan dan penawaran yang terus berlaku dan senantiasa diupdate setiap saat. Bahkan, hanya dengan bermodalkan direktori ini, Anda tidak hanya bisa menjual atau membeli produk/komoditi, melainkan juga bisa sekaligus jadi mediator atau perantara. Cari informasi permintaan produk/komoditi di dalamnya lalu lihat di bagian penawaran untuk produk/komoditi tersebut. Anda kemudian tinggal menghubungkan yang melakukan permintaan dan yang melakukan penawaran. Deal ! Silahkan Anda buktikan! KLIK DAN BACA INFO LENGKAPNYA!
Beranda » Artikel

Article

NYAWANG KAREP
Posted: 2015-09-29

Nyawang karep, arti harafiahnya mengamati keinginan. Hal ini menjelaskan keadaan bathin yang hanya mengamati gerak-gerik pikiran. Tidak berusaha mengatur atau mengendalikan atau ikut campur, tapi menerima dan menangkap basah (ngonangi) ulah pikiran itu sendiri.
 
Kemampuan mengamati seperti ini populer di Barat dalam istilah mindfulness of mind. Perhatian atau menyadari keadaan/kondisi pikiran. Dalam bahasa Pali setara dengan cittanupasana, yaitu pengamatan atau kontemplasi pada pikiran. Tahapan awal adalah kayanupasana, yaitu pengamatan akan keadaan fisik. Jika bathin semakin halus, lembut dan stabil, barulah bisa mengamati keadaan bathin.
 
Nyawang karep itu termasuk kareping rahsa, alias mengikuti rasa, berbeda dengan rahsaning karep, alias mengikuti nafsu keinginan.
 
Jika tidak mampu mengamati pikiran apa adanya, maka pikiran cenderung ikut campur dan akibatnya tidak jeli sehingga hanya mengikuti gerak dorongan keinginan saja. Inilah yang dimaksud dengan rahsaning karep.
 
Nyawang karep itu ibarat mengamati keadaan. Kendatipun orang awam masih punya keinginan, itu ibarat percikan api. Tapi jika percikan api tersebut tanpa ditambahi bahan bakar, maka percikan api itu tidak akan pernah menjadi besar dan membara.
 
Nyawang karep otomatis akan mengarah pada ketulusan (sepi ing pamrih). Dari sinilah kedamaian dan ketenangan hadir dan mempengaruhi ucapan dan perbuatan kita.
 
Oleh : Victor Alexander Liem
IKLAN ANDA
PENCARIAN
ARTIKEL
TESTIMONIAL
Ohya K'yogha...Tas Kamera Slng Loadernya juga udah nyampe...mantap bangat^^ makasih ya k'yogha
Mr.Depet
SUBSCRIBE
Daftarkan Email
Unsubscribe ?
FANPAGE : GET PROMO !